Jumat, 06 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 93. Orang yang Mengambil Sesuatu Karena Senda Gurau


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَقَالَ سُلَيْمَانُ لَعِبًا وَلَا جِدًّا وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا

5003. Dari Yazid, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian mengambil perhiasan saudaranya, baik bercanda atau sungguh-sungguh. " Dalam satu riwayat, "...Bercanda atau sungguh-sungguh. Barangsiapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaknya ia mengembalikannya." Hasan: At-Tirmidzi (2263)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ كَانُوا يَسِيرُونَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى حَبْلٍ مَعَهُ فَأَخَذَهُ فَفَزِعَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

5004. Dari Abdurrahman bin Abu Laila, ia berkata, "Sahabat-sahabat Nabi SAW menceritakan padaku bahwa ketika mereka sedang berjalan di waktu malam bersama Rasulullah, seorang di antara mereka tertidur. Lalu seorang temannya beranjak dengan membawa tali kemudian menariknya sehingga orang yang tidur itu terkejut. Melihat hal itu, Nabi SAW bersabda, 'Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim lainnya'. " Shahih: Ghayah Al Maram (447)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 92. Senda Gurau


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ احْمِلْنِي قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا حَامِلُوكَ عَلَى وَلَدِ نَاقَةٍ قَالَ وَمَا أَصْنَعُ بِوَلَدِ النَّاقَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَلْ تَلِدُ الْإِبِلَ إِلَّا النُّوقُ

4998. Dari Anas, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, bawalah aku!' Nabi berkata, "Kami akan membawamu di atas anak unta. " Lelaki itu berkata, "Apa yang dapat kuperbuat dengan anak unta?" Nabi menjawab, "Bukankah unta besar dilahirkan oleh anak unta (yang sudah besar) ?" Shahih: At-Tirmidzi (2076)

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَسَلَّمْتُ فَرَدَّ وَقَالَ ادْخُلْ فَقُلْتُ أَكُلِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كُلُّكَ فَدَخَلْتُ

5000. Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i, ia berkata, "Aku datang kepada Rasulullah SAW saat terjadinya perang Tabuk —saat beliau berada di dalam kubah/tenda dari kulit—. Aku mengucapkan salam, beliau menjawabnya dan berkata, 'Masuklah.' Aku bertanya, 'Semuanya untukku, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Semua untukmu.' Aku pun masuk." Shahih: Ibnu Majah: Bukhari, tanpa kisah masuk.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا ذَا الْأُذُنَيْنِ

5002. Dari Anas, Rasulullah SAW berkata padaku, "Wahai yang mempunyai dua telinga." Shahih: At-Tirmidzi (2077)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 91. Mengada-ada dengan Sesuatu yang Tidak Diberikan


عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي جَارَةً تَعْنِي ضَرَّةً هَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ لَهَا بِمَا لَمْ يُعْطِ زَوْجِي قَالَ الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

4997. Dari Asma' binti Abu Bakar, bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku memiliki tetangga -maksudnya adalah madunya (istri yang lain)-, "Apakah aku berdosa apabila berhias (mengenakan sesuatu agar yang lainnya merasa kecewa) dengan sesuatu yang tidak diberikan suami kepadaku?" Nabi menjawab, "Orang yang mengada-ada dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, layaknya orang yang mengenakan dua pakaian dosa. " Shahih: Ar-Raudh An-Nadhr (820)

90 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 89. Berbaik Sangka (Positif Thinking)


عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ وَقُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا أَوْ قَالَ شَرًّا

4994. Dari Shafiyah, ia berkata, "Suatu ketika Rasulullah sedang beriktikaf. Aku datang mengunjungi beliau di malam hari. Lalu aku berbicara dengannya kemudian aku berdiri dan beranjak pergi. Rasulullah juga berdiri bersamaku. Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid. Kemudian lewatlah dua orang lelaki dari kalangan Anshar. Ketika mereka melihat Nabi, mereka bergegas. Nabi pun berkata, 'Pelan-pelan, sesungguhnya wanita itu adalah Shafiyah binti Huyay.' Keduanya pun berkata, 'Subhanallah Wahai Rasulullah??' Lalu Nabi bersabda, 'Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah. Aku khawatir ia akan menyemprotkan sesuatu atau kejahatandalam hati kalian '. " Shahih: Muttafaq 'Alaih. Tercantum pada hadits no. 2475.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 88. Ancaman Keras terhadap Kebohongan



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

4989. Dari Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan karena kebohongan menuntun kepada keburukan dan keburukan menuntun kepada neraka. Sesungguhnya seseorang itu berbohong dan terbiasa dalam kebohongan sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pembohong. Bertutur katalah yang benar karena kebenaran menuntun kepada kebaikan dan kebaikan menuntun kepada surga. Sesungguhnya seseorang itu berkata benar dan senantiasa dalam kebenaran sehingga dicatat sebagai orang yang benar'." Shahih: Muttafaq 'Alaihsemisalnya.

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

4990. Dari Muawiyah bin Haidah, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya membuat orang lain tertawa dengan kebohongannya. Celakalah ia, celakalah ia'. " Hasan: At-Tirmidzi (2431)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ

4991. Dari Abdullah bin Amir, ia berkata, "Pada suatu hari, ibuku memanggilku dan Rasulullah SAW sedang duduk di rumah kami. Ibuku berkata, 'Ini, kemarilah aku akan memberimu sesuatu!' Maka Rasulullah SAW bertanya kepadanya, 'Apa yang akan kau berikan kepadanya?' Ibuku menjawab, 'Aku akan memberinya kurma.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda padanya, 'Jika engkau tidak memberinya sesuatu, maka engkau dicatat telah melakukan satu kebohongan'." Hasan: Ash-Shahihah (747)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

4992. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, "Cukuplah seseorang dianggap berdosa tatkala membicarakan semua yang ia dengar" Shahih: Ash-Shahihah (2025)

Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 87. Keringanan Mengenai Hal diatas


عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ فَرَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا لِأَبِي طَلْحَةَ فَقَالَ مَا رَأَيْنَا شَيْئًا أَوْ مَا رَأَيْنَا مِنْ فَزَعٍ وَإِنْ وَجَدْنَاهُ لَبَحْرًا

4988. Dari Anas, ia berkata, "Di Madinah terjadi kekacauan, maka Nabi SAW mengendarai kuda milik Abu Thalhah dan beliau berkata, 'Kami tidak melihat apapun ataukami tidak melihat kekacauan, melainkan yang kami temukan adalah orang terhormat'. " Shahih: Ibnu Majah (2772): Muttafaq 'Alaih