Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 24. Duduk di antara Dua Orang Tanpa Izin Keduanya




عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ قَالَ ابْنُ عَبْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُجْلَسْ بَيْنَ رَجُلَيْنِ إِلَّا بِإِذْنِهِمَا

4844. Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh seseorang duduk di antara dua orang, kecuali dengan izin keduanya." Hasan: Al Misykah (4704) edisi kedua.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنَ اثْنَيْنِ إِلَّا بِإِذْنِهِمَا

4845. Dari Abdullah bin Amr, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Tidak boleh seseorang memisahkan antara dua orang (dalam duduk) kecuali dengan izin keduanya. " Hasan Shahih: At-Tirmidzi (2912)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar