عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ قَالَ كَلِمَاتٌ
لَا يَتَكَلَّمُ بِهِنَّ أَحَدٌ فِي مَجْلِسِهِ عِنْدَ قِيَامِهِ ثَلَاثَ
مَرَّاتٍ إِلَّا كُفِّرَ بِهِنَّ عَنْهُ وَلَا يَقُولُهُنَّ فِي مَجْلِسِ
خَيْرٍ وَمَجْلِسِ ذِكْرٍ إِلَّا خُتِمَ لَهُ بِهِنَّ عَلَيْهِ كَمَا
يُخْتَمُ بِالْخَاتَمِ عَلَى الصَّحِيفَةِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
4857.
Dari Abdullah bin Amru bin Ash, ia berkata, "Ada beberapa kalimat yang
mana tidak akan datang kepada salah seorang dari kalian bila membacanya
tiga kali saat berdiri, kecuali dihapuskan dosa-dosanya. Dan tidak ada
orang yang mengucapkannya saat (menutup) suatu majlis yang baik dan
majelis dzikir kecuali menutup dengannya, sebagaimana ditutupnya suatu
lembaran dengan stempel (segel), 'Subhanaka Allahumma wa bihamdika La
ilaha Anta Astaghfiruka wa Atubu Ilaihi' (Maha suci engkau Ya Allah dan
segala puji hagi-Mu tiada Tuhan selain engkau, aku memohon ampunan
pada-Mu dan memohon tobat pada-Mu)." Shahih: Tanpa kalimat "tiga kali" At-Ta'liq Ar-Raghib (2/237)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
4858. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, (sama dengan hadits di atas)." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhr (305)
عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنْ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلًا مَا كُنْتَ
تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى فَقَالَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِي الْمَجْلِسِ
4859. Dari Abu Barzah Al Aslami, ia berkata, "Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majlis, beliau membaca, "Maha
suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada
tuhan kecuali Engkau, aku memohon ampun dan taubat kepada-Mu.' Seorang
sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang
dahulu tidak biasa engkau bacakan?' Beliau menjavvab, 'Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis'. " Hasan Shahih: Ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar