عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيَّرَ اسْمَ عَاصِيَةَ وَقَالَ أَنْتِ جَمِيلَةٌ
4952. Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW pernah mengganti nama 'Ashiyah' seraya berkata, "Engkau adalah Jamilah." Shahih: Ash-Shahihah (213), Muslim
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ سَأَلَتْهُ مَا
سَمَّيْتَ ابْنَتَكَ قَالَ سَمَّيْتُهَا مُرَّةَ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ هَذَا الِاسْمِ
سُمِّيتُ بَرَّةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ
فَقَالَ مَا نُسَمِّيهَا قَالَ سَمُّوهَا زَيْنَبَ
4953.
Dari Muhammad bin Amru bin 'Atha', bahwa Zainab binti Abu Salamah
pernah bertanya padanya, "Engkau beri nama apa anak perempuanmu?" Ia
menjawab, "Kuberi nama Murrah." Zainab Lalu berkata, "Sesungguhnya
Rasulullah SAW melarang memberi nama itu, dulu aku bernama Barrah, maka
Nabi bersabda, "Janganlah kalian merasa suci dengan diri kalian. Allah lebih mengetahui siapa saja yang berbuat kebaikan di antara kalian. " Sahabat bertanya, "Dengan apa kami beri ia nama?' "Rasulullah menjawab, "Berilah ia nama Zainab." Hasan Shahih: Ash-Shahihah (210): Muslim secara ringkas.
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ أَخْدَرِيٍّ أَنَّ
رَجُلًا يُقَالُ لَهُ أَصْرَمُ كَانَ فِي النَّفَرِ الَّذِينَ أَتَوْا
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ قَالَ أَنَا
أَصْرَمُ قَالَ بَلْ أَنْتَ زُرْعَةُ
4954.
Dari Usamah bin Akhdari bahwa seorang lelaki bernama Ashram bersama
serombongan orang yang datang kepada Rasulullah SAW. Kemudian beliau
bertanya, "Apa namamu?" Ia menjawab, "Ashram." Rasulullah SAW bersabda, "(Bukan) Engkau adalah Zur'ah." Shahih: Al Kalim Al Thayyib (218), Al Misykah (4775)
عَنْ أَبِيهِ هَانِئٍ أَنَّهُ
لَمَّا وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَعَ قَوْمِهِ سَمِعَهُمْ يَكْنُونَهُ بِأَبِي الْحَكَمِ فَدَعَاهُ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ
الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ فَلِمَ تُكْنَى أَبَا الْحَكَمِ فَقَالَ
إِنَّ قَوْمِي إِذَا اخْتَلَفُوا فِي شَيْءٍ أَتَوْنِي فَحَكَمْتُ
بَيْنَهُمْ فَرَضِيَ كِلَا الْفَرِيقَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَحْسَنَ هَذَا فَمَا لَكَ مِنْ الْوَلَدِ
قَالَ لِي شُرَيْحٌ وَمُسْلِمٌ وَعَبْدُ اللَّهِ قَالَ فَمَنْ أَكْبَرُهُمْ
قُلْتُ شُرَيْحٌ قَالَ فَأَنْتَ أَبُو شُرَيْحٍ قَالَ
أَبُو دَاوُد شُرَيْحٌ هَذَا هُوَ الَّذِي كَسَرَ السِّلْسِلَةَ وَهُوَ
مِمَّنْ دَخَلَ تُسْتَرَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَبَلَغَنِي أَنَّ شُرَيْحًا
كَسَرَ بَابَ تُسْتَرَ وَذَلِك أَنْهُ دَخَلَ مِنْ سِرْبٍ
4955.
Dari Hani', bahwa ketika ia berkunjung kepada Rasulullah SAW bersama
kaumnya, Beliau mendengar mereka menjulukinya Abul Hakam. Rasulullah
memanggilnya dan bertanya, "Sesungguhnya Allah-lah Sang Penentu
(hakim) itu dan hanya kepada-Nya hukum itu ditentukan. Mengapa engkau
dijuluki Abul Hakam?" Ia menjawab, "Sesungguhnya jika kaumku
berselisih tentang sesuatu, mereka mendatangiku dan aku memberikan
putusan (hukum)ku terhadap masalah di antara mereka dan mereka
menerimanya." Rasulullah SAW bersabda, "Alangkah baiknya ini! Apakah engkau tidak mempunyai anak?" Ia menjawab, "Aku mempunyai anak bernama Syuraih, Muslim, dan Abdullah." Beliau bertanya lagi, "Lalu siapa yang paling tua?" Ia menjawab, "Syuraih." Beliau berkata, "Maka engkau adalah Abu Syuraih." Abu
Daud berkata, "Syuraih adalah orang yang menghilangkan garis keturunan
dan ia termasuk orang yang memasuki Tustar." Abu Daud juga berkata,
"Sampai kepadaku (sebuah riwayat) bahwa Syuraih menghancurkan pintu
Tustar dan masuk melalui Sirb." Shahih: An-Nasa'i (5387)
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ مَا اسْمُكَ
قَالَ حَزْنٌ قَالَ أَنْتَ سَهْلٌ قَالَ لَا السَّهْلُ يُوطَأُ
وَيُمْتَهَنُ قَالَ
سَعِيدٌ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُصِيبُنَا بَعْدَهُ حُزُونَةٌ قَالَ أَبُو
دَاوُد وَغَيَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَ
الْعَاصِ وَعَزِيزٍ وَعَتَلَةَ وَشَيْطَانٍ وَالْحَكَمِ وَغُرَابٍ
وَحُبَابٍ وَشِهَابٍ فَسَمَّاهُ هِشَامًا وَسَمَّى حَرْبًا سَلْمًا
وَسَمَّى الْمُضْطَجِعَ الْمُنْبَعِثَ وَأَرْضًا تُسَمَّى عَفِرَةَ
سَمَّاهَا خَضِرَةَ وَشَعْبَ الضَّلَالَةِ سَمَّاهُ شَعْبَ الْهُدَى
وَبَنُو الزِّنْيَةِ سَمَّاهُمْ بَنِي الرِّشْدَةِ وَسَمَّى بَنِي
مُغْوِيَةَ بَنِي رِشْدَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد تَرَكْتُ أَسَانِيدَهَا
لِلِاخْتِصَارِ
4956. Dari Sa'id bin Musayyib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Nabi SAW pernah bertanya pada kakeknya, "Apa namamu?" Ia menjawab, "Hazn (sedih)." Beliau bersabda, "Engkau adalah Sahl (kemudahan)." Ia
berkata lagi, "Tidak, Sahl itu terinjak-injak dan terhina." Kemudian
Sa'id berkata, "Aku menduga sejak saat itu kami akan selalu dirundung
sedih." Abu Daud berkata, "Nabi SAW merubah nama Al Ash, Aziz, 'Athalah,
Syaithan, Al Hakam, Ghurab, Hubab, dan Syihab. Beliau menamainya
Hisyam, Harb menjadi Salm, menyebut Al Mudhthaji' dengan Al Munba'its,
mengubah nama daerah 'Afirah dengah Khadhirah, Syi'b Adh-Dhalalah
menjadi Syi'b Al Huda, Bani Al Zinyah menjadi Bani Al Risydah, dan Bani
Mughwiyah menjadi Bani Risydah." Abu Daud berkata lagi, "Sengaja aku
tinggalkan sanad-sanadnya untuk meringkas." Shahih: Ash-Shahihah (214): Al Bukhari
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُسَمِّيَنَّ
غُلَامَكَ يَسَارًا وَلَا رَبَاحًا وَلَا نَجِيحًا وَلَا أَفْلَحَ
فَإِنَّكَ تَقُولُ أَثَمَّ هُوَ فَيَقُولُ لَا إِنَّمَا هُنَّ أَرْبَعٌ
فَلَا تَزِيدَنَّ عَلَيَّ
4958. Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah SAW bersabda, "Jangan
sekali-kali kamu beri nama anakmu Yasar (mudah), Rabah (untung), Najih
(sukses), atan Aflah (menang) karena engkau akan bertanya apakah ia
demikian (sesuai namanya)?' Lalu ia berkata, 'Tidak, nama-nama buruk
itu cuma empat, muka janganlah kalian menambahnya padaku." Shahih: Ibnu Majah (3630), Muslim
عَنْ سَمُرَةَ قَالَ نَهَى
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُسَمِّيَ
رَقِيقَنَا أَرْبَعَةَ أَسْمَاءٍ أَفْلَحَ وَيَسَارًا وَنَافِعًا
وَرَبَاحًا
4959.
Dari Samurah, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang kami memberi nama
budak kami dengan empat nama: Aflah, Yasar, Nafi', dan Rabah." Shahih, Lihatlah hadits sebelumnya.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ عِشْتُ إِنْ
شَاءَ اللَّهُ أَنْهَى أُمَّتِي أَنْ يُسَمُّوا نَافِعًا وَأَفْلَحَ
وَبَرَكَةَ قَالَ
الْأَعْمَشُ وَلَا أَدْرِي ذَكَرَ نَافِعًا أَمْ لَا فَإِنَّ الرَّجُلَ
يَقُولُ إِذَا جَاءَ أَثَمَّ بَرَكَةُ فَيَقُولُونَ لَا
4960. Dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda, "Jika aku masih hidup (kelak) lnsya Allah, aku akan melarang umatku memberi nama dengan Nafi', Aflah. dan Barakah." Al
A'masy (perawinya) berkata, "Aku tidak tahu apakah Nabi SAW menyebut
Nafi atau tidak. Karena jika datang seseorang lalu berkata apakah
barakah ada? Mereka menjawab tidak." Shahih: At-Taliq Ar-Raghib (3/35)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ
بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَخْنَعُ اسْمٍ
عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ تَسَمَّى
مَلِكَ الْأَمْلَاكِ
4961. Dari Abu Hurairah RA, ia menyampaikan sabda Nabi SAW, beliau bersabda, "Nama yang paling hina di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang yang bernama Malik Al Amlak" Shahih: At-Tirmidzi (3005), Muttafaq 'Alaih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar