Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 10. Kemakruhan adalah Puji Memuji



عَنْ هَمَّامٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ فَأَثْنَى عَلَى عُثْمَانَ فِي وَجْهِهِ فَأَخَذَ الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ تُرَابًا فَحَثَا فِي وَجْهِهِ وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَقِيتُمْ الْمَدَّاحِينَ فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمْ التُّرَابَ

4804. Dari Hamman, ia berkata, "Seorang lelaki datang dan memuji Ustman di hadapannya. Lalu Miqdad bin Aswad mengambil debu dan melemparkannya di wajah lelaki itu dan berkata, 'Rasulullah SAW bersabda,Jika kalian berjumpa dengan orang yang suka memuji, maka tebarkanlah debu di wajahnya'. " Shahih: Ibnu Majah (3842), Muslim

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا أَثْنَى عَلَى رَجُلٍ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ إِذَا مَدَحَ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ إِنِّي أَحْسِبُهُ كَمَا يُرِيدُ أَنْ يَقُولَ وَلَا أُزَكِّيهِ عَلَى اللَّهِ

4805. Dari Abu Bakrah, ia berkata, "Seorang lelaki pernah memuji kawannya di majlis Nabi SAW, maka beliau bersabda kepadanya, ''Kamu telah memenggal leher kawanmu sendiri Beliau mengatakannya tiga kali, kemudian bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kalian ingin memuji kawannya, memang tidaklah terlarang, namun hendaknya ia berkata, 'Aku kira ia seperti ini —sepertinya beliau ingin mengatakan:— dan aku tidak akan memuji-muji seseorang di hadapan Allah'." Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَ قَالَ أَبِي انْطَلَقْتُ فِي وَفْدِ بَنِي عَامِرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا أَنْتَ سَيِّدُنَا فَقَالَ السَّيِّدُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قُلْنَا وَأَفْضَلُنَا فَضْلًا وَأَعْظَمُنَا طَوْلًا فَقَالَ قُولُوا بِقَوْلِكُمْ أَوْ بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلَا يَسْتَجْرِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ

4806. Dari Abdullah bin Asy-Syikhkhir, ia berkata, "Aku telah berkunjung bersama delegasi (utusan) Bani Amir menemui Rasulullah SAW, kemudian kami berkata, 'Engkau adalah Tuan kami.' Beliau menjawab, Tuan itu adalah (hanya) Allah Pemilik Keberkahan dan Maha Tinggi Kami berkata, 'Kalau begitu engkau adalah yang paling utama di antara kami dan memiliki kemuliaan yang besar.' Beliau bersabda, 'Berkatalah dengan seluruh atau sebagian ucapan kalian (yang pantas) dan janganlah kalian terpengaruh oleh syetan'. " Shahih: Al Misykah (4901), Ishlah Al Masajid (103)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar