Jumat, 06 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Dau yang Bersin?d Kitab ADAB 100. Berapa Kali Layaknya Jawaban Terhadap Orang



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ شَمِّتْ أَخَاكَ ثَلَاثًا فَمَا زَادَ فَهُوَ زُكَامٌ

5034. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Jawablah bersin saudaramu tiga kali, dan selebihnya itu adalah pilek." Hasan mauquf dan marfu': Al Misykah (4743) edisi kedua.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا أَنَّهُ رَفَعَ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ

5035. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Setahuku, perawi hadits ini meriwayatkan makna hadits ini secara marfu' kepada Rasulullah SAW." Hasan. Ibid.

عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا عَطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ ثُمَّ عَطَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ مَزْكُومٌ

5037. Dari Salamah bin Al Akwa', bahwa seorang lelaki bersin di hadapan Nabi SAW, maka beliau berkata kepadanya, "Yarhakumullah (Semoga Allah merahmatimu)." Kemudian lelaki itu kembali bersin, maka Nabi SAW berkata, "Lelaki itu sedang pilek. " Shahih: Ibnu Majah (3714), dan redaksi lengkapnya dapat dilihat dalam: Muslim yang disebutkan secara ringkas.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 99. Mendoakan Orang yang Bersin


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَلْيَقُلْ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَيَقُولُ هُوَ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

5033. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan, 'Alhamdulillah ala kulli hal (Segala puji bagi Allah apapun keadaannya).' Dan saudaranya (yang mendengarnya) hendaknya menjawab, 'Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu).' Dan orang itu (yang bersin) hendaknya menyambut dengan mengucapkan, 'Yahdikumullah wa yushlih balakum (Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu)." Shahih: Al Bukhari.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 98. Bersin



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أَوْ ثَوْبَهُ عَلَى فِيهِ وَخَفَضَ أَوْ غَضَّ بِهَا صَوْتَهُ شَكَّ يَحْيَى

5029. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: "Jika Rasulullah SAW bersin, maka beliau meletakkan tangannya (atau pakaiannya) di atas mulutnya, kemudian beliau merendahkan (menutup) suaranya." Hasan Shahih: Tirmidzi (2905).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَازَةِ

5030. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Lima perkara yang diwajibkan kepada seorang muslim terhadap saadaranya: (yakni) menjawab salam, mendoakan orang yang bersin (dengan mengucapkan "yarhamukallah"), memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan menyertai jenazah (ke pemakaman). " Shahih: Muslim (7/3), Bukhari (1240, dan perawi lainnya.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 97. Menguap


عَنْ ابْنِ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

5026. Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian menguap, maka hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena sesungguhnya syetan akan masuk (jika mulut tidak lekas ditutup saat menguap). " Shahih: Adh-Dha'ifah disebutkan dalam hadits no. 2420: Muslim

نَحْوَهُ قَالَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

5027. Dari Abu Sa'id Al Khudri (ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,): "...(barangsiapa menguap) di dalam shalat, maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin. " Shahih: Muslim, ibid.

نَحْوَهُ قَالَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

5028. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika diantara kalian ada yang menguap, maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin dan tidak berkata, 'Ah... ah...' Karena hal itu adalah salah satu yang ditertawakan oleh syetan. " Shahih: Tirmidzi (2907): Bukhari.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 96. Mimpi


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَقُولُ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ اللَّيْلَةَ رُؤْيَا وَيَقُولُ إِنَّهُ لَيْسَ يَبْقَى بَعْدِي مِنْ النُّبُوَّةِ إِلَّا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ

5017. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW tatkala selesai shalat Shubuh bertanya, "Apakah ada di antara kalian yang bermimpi tadi malam?" Kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak ada bagian dari kenabian sesudahku kecuali mimpi yang benar" Hasan Isnad

عَنْ أَنَسٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

5018. Dari Anas, Dari Ubadah bin Shamit, Nabi SAW bersabda, "Mimpi seorang mukmin itu adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian."Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ أَنْ تَكْذِبَ وَأَصْدَقُهُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ قَالَ وَأُحِبُّ الْقَيْدَ وَأَكْرَهُ الْغُلَّ وَالْقَيْدُ ثَبَاتٌ فِي الدِّينِ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ يَعْنِي إِذَا اقْتَرَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ يَعْنِي يَسْتَوِيَانِ

5019. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda, "Jika masa sudah dekat, hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak berbohong. Orang yang paling benar mimpinya adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan (yang datang) dari setan, dan mimpi seseorang yang berbicara tentang dirinya. Jika salah seorang dari kalin bermimpi tentang yang ia benci hendaklah ia bangun dan shalat serta tidak menceritakannya kepada orang lain.'"Beliau bersabda, "Aku suka ikatan dan benci belenggu." (Arti) ikatan adalah ketetapan dalam agama. "Abu Daud berkata, "Yang dimaksud masa sudah dekat adalah jika malam dan siang berdekatan yakni menjadi sama (menjelang pagi)-" Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي رَزِينٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعَبَّرْ فَإِذَا عُبِّرَتْ وَقَعَتْ قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا تَقُصَّهَا إِلَّا عَلَى وَادٍّ أَوْ ذِي رَأْيٍ

5020. Dari Abu Razin, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Mimpi itu berada di atas kaki burung selama tidak diceritakan. Jika diceritakan maka ia akan terjadi. "Ia berkata, "Aku menduga beliau bersabda, 'Janganlah kamu menceritakannya kecuali kepada seorang yang dekat (akrab) atau orang yang mempunyai nasihat'. " Shahih: Ibnu Majah (3914)

سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ لِيَتَعَوَّذْ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ

5021. Dari Abu Qatadah, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ''Mimpi baik itu datang dari Allah, dan mimpi buruk itu datang dari syetan. Maka apabila seseorang dari kalian memimpikan sesuatu yang dibencinya, hendaknya ia meniup (meludah) ke sisi kirinya tiga kali, kemudian memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya, maka mimpi buruk itu tidak akan mencelakakannya'."Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَيَتَحَوَّلُ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

5022. Dari Jabir RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang bermimpi tentang sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaknya ia meludah ke sisi kirinya dan membaca ta 'awwudz (berlindung kepada Allah) dari syetan sebanyak tiga kali. Kemudian hendaknya ia mengganti posisi tidurnya dari posisi semula." Shahih. Ibnu Majah (3908): Muslim.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي

5023. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya, maka ia akan melihatku di alam nyata (atau maka seolah-olah ia bertemu denganku di alam nyata), dan syetan tidak dapat menyerupai diriku." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhir (995): Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً عَذَّبَهُ اللَّهُ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا وَلَيْسَ بِنَافِخٍ وَمَنْ تَحَلَّمَ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ شَعِيرَةً وَمَنْ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ يَفِرُّونَ بِهِ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

5024. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa membuat gambar (selaksa hidup), niscaya Allah akan menyiksanya karenanya (di hari Kiamat) sampai ia mampu meniupkan roh terhadap gambar tersebut, padahal ia tidak akan pernah bisa meniupkan ruh pada gambar itu. Dan barangsiapa yang berpura-pura telah memimpikan sesuatu (padahal ia berbohong) maka ia akan terus dibebankan untuk mengikat gandum (ganjaran yang tidak mungkin untuk dilakukan —kiasan untuk panjangnya siksa Allah—). Dan barangsiapa mendengar (menguping) pembicaraan suatu kaum yang tidak suka untuk didengar (oleh orang lain), niscaya di hari Kiamat ia (orang itu) akan disiram dengan cairan timah di telinganya." Shahih: Tirmidzi (1820): Bukhari, Muslim tanpa baris kedua.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ كَأَنَّا فِي دَارِ عُقْبَةَ بْنِ رَافِعٍ وَأُتِينَا بِرُطَبٍ مِنْ رُطَبِ ابْنِ طَابٍ فَأَوَّلْتُ أَنَّ الرِّفْعَةَ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْعَاقِبَةَ فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ دِينَنَا قَدْ طَابَ

5025. Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Semalam aku bermimpi seakan kami tengah berada di rumah 'Uqbah bin Rafi', kami disuguhkcin kunna manis jenis ibnu Thab, maka aku takwilkan mimpi itu bahwa derajat yang tinggi adalah milik kita di dunia dan balasan yang baik di Akhirat (juga akan menjadi milik kita) dan agama kita telah kokoh dan sempurna. "Shahih: Muslim (7/56-57)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 95. Syair


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا قَالَ أَبُو عَلِيٍّ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ وَجْهُهُ أَنْ يَمْتَلِئَ قَلْبُهُ حَتَّى يَشْغَلَهُ عَنْ الْقُرْآنِ وَذِكْرِ اللَّهِ فَإِذَا كَانَ الْقُرْآنُ وَالْعِلْمُ الْغَالِبَ فَلَيْسَ جَوْفُ هَذَا عِنْدَنَا مُمْتَلِئًا مِنْ الشِّعْرِ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا قَالَ كَأَنَّ الْمَعْنَى أَنْ يَبْلُغَ مِنْ بَيَانِهِ أَنْ يَمْدَحَ الْإِنْسَانَ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ ثُمَّ يَذُمَّهُ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ الْآخَرِ فَكَأَنَّهُ سَحَرَ السَّامِعِينَ بِذَلِكَ

5009. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Kerongkongan salah seorang dari kalian terisi dengan nanah itu lebih baik baginya daripada terisi dengan syair" Abu Ali (perawinya) berkata, "Diceritakan padaku dari Abu 'Ubaid bahwa ia berkata, 'Maksudnya adalah hendaknya hati seseorang itu terisi hingga ia disibukkan dengan Al Qur'an dan mengingat Allah. Jika Al Qur'an dan ilmu yang menang (berada dalam hatinya) maka menurut kami kerongkongannya tidak akan terisi dengan syair.' Sesungguhnya dalam kefasihan terdapat sihir, ia berkata, 'Seolah-olah artinya adalah seseorang menyampaikan melalui kefasihannya itu dengan memuji seseorang dan meyakinkannya sehingga hati orang lain berpaling pada ucapannya. Lalu ia mencela orang dan meyakinkannya sehingga hati orang lain berpaling pada ucapannya yang lain. Seolah-olah ia menyihir para pendengar dengan kefasihannya tersebut'." Shahih: lbnu Majah (3759) Muttafaq 'Alaih

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حِكْمَةً

5010. Dari Ubay Bin Ka'ab, bahwa Nabi SAW pernah Bersabda, "Sesungguhnya dalam syair itu terdapat hikmah" Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَتَكَلَّمُ بِكَلَامٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا وَإِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا

5011. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Seorang Badui datang kepada Nabi SAW kemudian berbicara dengan suatu perkataan! Lalu Nabi SAW bersabda, 'Sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir dan dalam syair terdapat hikmah'. "Shahih: Ash-Shahihah (1731)

فَقَالَ صَعْصَعَةُ بْنُ صُوحَانَ صَدَقَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا فَالرَّجُلُ يَكُونُ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَهُوَ أَلْحَنُ بِالْحُجَجِ مِنْ صَاحِبِ الْحَقِّ فَيَسْحَرُ الْقَوْمَ بِبَيَانِهِ فَيَذْهَبُ بِالْحَقِّ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْعِلْمِ جَهْلًا فَيَتَكَلَّفُ الْعَالِمُ إِلَى عِلْمِهِ مَا لَا يَعْلَمُ فَيُجَهِّلُهُ ذَلِكَ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا فَهِيَ هَذِهِ الْمَوَاعِظُ وَالْأَمْثَالُ الَّتِي يَتَّعِظُ بِهَا النَّاسُ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْقَوْلِ عِيَالًا فَعَرْضُكَ كَلَامَكَ وَحَدِيثَكَ عَلَى مَنْ لَيْسَ مِنْ شَأْنِهِ وَلَا يُرِيدُهُ

5012. Sha'sha'ah bin Shuhan berkata, "Sungguh benar Nabi Muhammad. Adapun sabdanya 'Sesunggnhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir' (maksudnya) seseorang yang berada pada pihak yang benar dan ia cerdas dalam mengemukakan argumen-argumen dari orang yang benar lalu ia menyihir orang-orang dengan kefasihannya maka ia pun berlalu dengan benar. Adapun sabdanya 'Sesungguhnya dalam ilmu terdapat kebodohan' (maksudnya) orang yang berilmu membebani atas ilmunya apa yang ia tidak ketahui, maka hal itu membodohinya. Mengenai sabdanya 'Sesungguhnya dalam syair terdapat hikmah' (maksudnya) ini adalah nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan yang dijadikan pelajaran oleh orang-orang. Sedangkan sabdanya, 'Sesungguhnya dalam ucapan terdapat keluarga' (maksudnya) hindarilah ucapan dan omonganmu atas orang yang tidak ada urusan dan tidak menginginkannya." (Syaikh albani mendhaifkan riwayat ini, tetapi penerbit pustaka azzam mencantumkan hadits ini dalam terjemahannya, tapi tanpa keterangan..silakan lihat di halaman 389, Shahih Sunan Abu Daud Jilid 3-pembuat ebook)

عَنْ سَعِيدٍ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ وَهُوَ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ

5013. Dari Sa'id ia berkata, "Umar lewat di depat Hassan —yang sedang membaca syair dalam masjid— dan memperhatikannya. Ia kemudian berkata, 'Aku dulu membaca syair dan di dalam mesjid ada orang yang lebih baik darimu'." Shahih: An Nasa'i (716): Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِمَعْنَاهُ زَادَ فَخَشِيَ أَنْ يَرْمِيَهُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجَازَهُ

5014. Dari Abu Hurairah RA... seperti hadits di atas, ditambahkan, "Ia takut Rasulullah mencelanya, maka beliau membolehkannya." Shahih: Ibid: Muttafaq 'Alaih secara ringkas

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ لِحَسَّانَ مِنْبَرًا فِي الْمَسْجِدِ فَيَقُومُ عَلَيْهِ يَهْجُو مَنْ قَالَ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ مَعَ حَسَّانَ مَا نَافَحَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

5015. Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW meletakkan mimbar di mesjid untuk Hassan. Ia pun berdiri di atas mimbar tersebut dan menyindir orang yang menghina Rasulullah. Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya ruhul qudus bersama Hassan, atas pembelaannya terhadap Rasulullah '. "Hasan: At-Tirmidzi (3015)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمْ الْغَاوُونَ } فَنَسَخَ مِنْ ذَلِكَ وَاسْتَثْنَى فَقَالَ { إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا }

5016. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat, " (Qs. Al Syu'araa' [26]: 224) lalu ayat itu dihapus dan dikecualikan." Kemudian ia berkata, "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah'. " (Qs. Asy-Syu'araa' [26]: 227) Hasan Isnadnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 94. Orang yang Memfasih-fasihkan Diri Saat Berbicara



ابْنُ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنْ الرِّجَالِ الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ تَخَلُّلَ الْبَاقِرَةِ بِلِسَانِهَا

5005. Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang berlebihan dalam berbicara bagaikan lembu yang mempermainkan lidahnya. " Shahih: At-Tirmidzi (3023)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنْ الْمَشْرِقِ فَخَطَبَا فَعَجِبَ النَّاسُ يَعْنِي لِبَيَانِهِمَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا أَوْ إِنَّ بَعْضَ الْبَيَانِ لَسِحْرٌ

5007. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, "Dua orang lelaki dari Masyriq datang dan berceramah. Orang-orang merasa kagum atas kefasihan (bayan) keduanya. Rasulullah SAW pun bersabda, 'Sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir -atau-sesungguhnya sebagian kefasihan itu adalah sihir'. " Shahih: Al Bukhari

حَدَّثَنَا أَبُو ظَبْيَةَ أَنَّ عَمْرَو ابْنَ الْعَاصِ قَالَ يَوْمًا وَقَامَ رَجُلٌ فَأَكْثَرَ الْقَوْلَ فَقَالَ عَمْرٌو لَوْ قَصَدَ فِي قَوْلِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَقَدْ رَأَيْتُ أَوْ أُمِرْتُ أَنْ أَتَجَوَّزَ فِي الْقَوْلِ فَإِنَّ الْجَوَازَ هُوَ خَيْرٌ

5008. Dari Abu Zhabyah bahwa Amru bin Ash berkata pada suatu hari —ketika itu ada seorang lelaki berdiri dan banyak bicara— Amru lalu berkata, "Kalau ia sedang-sedang saja dalam bicaranya tentu hal itu lebih baik baginya! Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh aku merasa atauaku diperintahkan untuk bersikap sederhana dalam berbicara karena kesederhanaan itu lebih baik'. " Hasan Isnad

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 93. Orang yang Mengambil Sesuatu Karena Senda Gurau


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَقَالَ سُلَيْمَانُ لَعِبًا وَلَا جِدًّا وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا

5003. Dari Yazid, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian mengambil perhiasan saudaranya, baik bercanda atau sungguh-sungguh. " Dalam satu riwayat, "...Bercanda atau sungguh-sungguh. Barangsiapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaknya ia mengembalikannya." Hasan: At-Tirmidzi (2263)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ كَانُوا يَسِيرُونَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى حَبْلٍ مَعَهُ فَأَخَذَهُ فَفَزِعَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

5004. Dari Abdurrahman bin Abu Laila, ia berkata, "Sahabat-sahabat Nabi SAW menceritakan padaku bahwa ketika mereka sedang berjalan di waktu malam bersama Rasulullah, seorang di antara mereka tertidur. Lalu seorang temannya beranjak dengan membawa tali kemudian menariknya sehingga orang yang tidur itu terkejut. Melihat hal itu, Nabi SAW bersabda, 'Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim lainnya'. " Shahih: Ghayah Al Maram (447)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 92. Senda Gurau


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ احْمِلْنِي قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا حَامِلُوكَ عَلَى وَلَدِ نَاقَةٍ قَالَ وَمَا أَصْنَعُ بِوَلَدِ النَّاقَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَلْ تَلِدُ الْإِبِلَ إِلَّا النُّوقُ

4998. Dari Anas, bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, bawalah aku!' Nabi berkata, "Kami akan membawamu di atas anak unta. " Lelaki itu berkata, "Apa yang dapat kuperbuat dengan anak unta?" Nabi menjawab, "Bukankah unta besar dilahirkan oleh anak unta (yang sudah besar) ?" Shahih: At-Tirmidzi (2076)

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَسَلَّمْتُ فَرَدَّ وَقَالَ ادْخُلْ فَقُلْتُ أَكُلِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كُلُّكَ فَدَخَلْتُ

5000. Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i, ia berkata, "Aku datang kepada Rasulullah SAW saat terjadinya perang Tabuk —saat beliau berada di dalam kubah/tenda dari kulit—. Aku mengucapkan salam, beliau menjawabnya dan berkata, 'Masuklah.' Aku bertanya, 'Semuanya untukku, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Semua untukmu.' Aku pun masuk." Shahih: Ibnu Majah: Bukhari, tanpa kisah masuk.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا ذَا الْأُذُنَيْنِ

5002. Dari Anas, Rasulullah SAW berkata padaku, "Wahai yang mempunyai dua telinga." Shahih: At-Tirmidzi (2077)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 91. Mengada-ada dengan Sesuatu yang Tidak Diberikan


عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي جَارَةً تَعْنِي ضَرَّةً هَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ لَهَا بِمَا لَمْ يُعْطِ زَوْجِي قَالَ الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

4997. Dari Asma' binti Abu Bakar, bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku memiliki tetangga -maksudnya adalah madunya (istri yang lain)-, "Apakah aku berdosa apabila berhias (mengenakan sesuatu agar yang lainnya merasa kecewa) dengan sesuatu yang tidak diberikan suami kepadaku?" Nabi menjawab, "Orang yang mengada-ada dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, layaknya orang yang mengenakan dua pakaian dosa. " Shahih: Ar-Raudh An-Nadhr (820)

90 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 89. Berbaik Sangka (Positif Thinking)


عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ وَقُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا أَوْ قَالَ شَرًّا

4994. Dari Shafiyah, ia berkata, "Suatu ketika Rasulullah sedang beriktikaf. Aku datang mengunjungi beliau di malam hari. Lalu aku berbicara dengannya kemudian aku berdiri dan beranjak pergi. Rasulullah juga berdiri bersamaku. Shafiyah tinggal di rumah Usamah bin Zaid. Kemudian lewatlah dua orang lelaki dari kalangan Anshar. Ketika mereka melihat Nabi, mereka bergegas. Nabi pun berkata, 'Pelan-pelan, sesungguhnya wanita itu adalah Shafiyah binti Huyay.' Keduanya pun berkata, 'Subhanallah Wahai Rasulullah??' Lalu Nabi bersabda, 'Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah. Aku khawatir ia akan menyemprotkan sesuatu atau kejahatandalam hati kalian '. " Shahih: Muttafaq 'Alaih. Tercantum pada hadits no. 2475.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 88. Ancaman Keras terhadap Kebohongan



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

4989. Dari Abdullah, Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan karena kebohongan menuntun kepada keburukan dan keburukan menuntun kepada neraka. Sesungguhnya seseorang itu berbohong dan terbiasa dalam kebohongan sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pembohong. Bertutur katalah yang benar karena kebenaran menuntun kepada kebaikan dan kebaikan menuntun kepada surga. Sesungguhnya seseorang itu berkata benar dan senantiasa dalam kebenaran sehingga dicatat sebagai orang yang benar'." Shahih: Muttafaq 'Alaihsemisalnya.

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

4990. Dari Muawiyah bin Haidah, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya membuat orang lain tertawa dengan kebohongannya. Celakalah ia, celakalah ia'. " Hasan: At-Tirmidzi (2431)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ دَعَتْنِي أُمِّي يَوْمًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي بَيْتِنَا فَقَالَتْ هَا تَعَالَ أُعْطِيكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيهِ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ

4991. Dari Abdullah bin Amir, ia berkata, "Pada suatu hari, ibuku memanggilku dan Rasulullah SAW sedang duduk di rumah kami. Ibuku berkata, 'Ini, kemarilah aku akan memberimu sesuatu!' Maka Rasulullah SAW bertanya kepadanya, 'Apa yang akan kau berikan kepadanya?' Ibuku menjawab, 'Aku akan memberinya kurma.' Kemudian Rasulullah SAW bersabda padanya, 'Jika engkau tidak memberinya sesuatu, maka engkau dicatat telah melakukan satu kebohongan'." Hasan: Ash-Shahihah (747)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

4992. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, "Cukuplah seseorang dianggap berdosa tatkala membicarakan semua yang ia dengar" Shahih: Ash-Shahihah (2025)

Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 87. Keringanan Mengenai Hal diatas


عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ فَرَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا لِأَبِي طَلْحَةَ فَقَالَ مَا رَأَيْنَا شَيْئًا أَوْ مَا رَأَيْنَا مِنْ فَزَعٍ وَإِنْ وَجَدْنَاهُ لَبَحْرًا

4988. Dari Anas, ia berkata, "Di Madinah terjadi kekacauan, maka Nabi SAW mengendarai kuda milik Abu Thalhah dan beliau berkata, 'Kami tidak melihat apapun ataukami tidak melihat kekacauan, melainkan yang kami temukan adalah orang terhormat'. " Shahih: Ibnu Majah (2772): Muttafaq 'Alaih

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 86. Shalat Malam


سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَغْلِبَنَّكُمْ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمْ أَلَا وَإِنَّهَا الْعِشَاءُ وَلَكِنَّهُمْ يَعْتِمُونَ بِالْإِبِلِ

4984. Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah kalian biarkan orang Badui mengungguli kalian tentang nama shalat kalian. Ingatlah, sesungguhnya shalat itu bernama Isya namun mereka (orang badui) berada dalam kegelapan unta.'" Shahih: Ibnu Majah (704), Muslim.

عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ قَالَ قَالَ رَجُلٌ قَالَ مِسْعَرٌ أُرَاهُ مِنْ خُزَاعَةَ لَيْتَنِي صَلَّيْتُ فَاسْتَرَحْتُ فَكَأَنَّهُمْ عَابُوا عَلَيْهِ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَا بِلَالُ أَقِمْ الصَّلَاةَ أَرِحْنَا بِهَا

4985. Dari Salim bin Abu Al Ja'd, ia berkata, "Seorang lelaki berkata —ia diperhatikan oleh Bani Khuza'ah— 'Seandainya saja aku sudah shalat, maka aku dapat beristirahat.' Seakan-akan mereka mencaci hal itu. Maka lelaki itu berkata, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Bilal! Dirikanlah shalat, istirahatkanlah kami dengannya." Shahih: Al Misykah (1253)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَ انْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي إِلَى صِهْرٍ لَنَا مِنْ الْأَنْصَارِ نَعُودُهُ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَقَالَ لِبَعْضِ أَهْلِهِ يَا جَارِيَةُ ائْتُونِي بِوَضُوءٍ لَعَلِّي أُصَلِّي فَأَسْتَرِيحَ قَالَ فَأَنْكَرْنَا ذَلِكَ عَلَيْهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

4986. Dari Abdullah bin Muhammad bin Al Hanafiyah, ia berkata, "Aku dan ayahku pergi ke salah seorang kerabat kami dari kalangan Anshar untuk mengunjunginya. Kemudian waktu shalat tiba. Tuan rumah lalu berkata kepada anggota keluarganya, 'Wahai pelayan perempuan, sediakanlah air wudhu untukku agar aku dapat shalat sehingga aku bisa beristirahat.' Kami mengingkari hal itu padanya. Kemudian ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Bangkitlah wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat'." Shahih: Lihatlah hadits sebelumnya.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 85. Bab:



عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ خَطِيبًا خَطَبَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشِدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَالَ قُمْ أَوْ قَالَ اذْهَبْ فَبِئْسَ الْخَطِيبُ أَنْتَ

4981. Dari Adi bin Hatim bahwa seorang khatib berkhutbah di hadapan Nabi SAW. Khatib itu berkata, "Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, ia benar-benar mendapat petunjuk dan orang yang bermaksiat kepada keduanya." Nabi pun berkata, "Berdirilah atau berkata pergilah, karena seburuk-buruknya khatib adalah engkau." Shahih: Muslim, telab disebutkan dalam hadits no. 1099.

عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ عَنْ رَجُلٍ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

4982. Dari Abu Malih, dari seorang lelaki, ia berkata, "Aku membonceng Nabi SAW, tiba-tiba binatang tunggangannya tergelincir. Aku berkata 'celakalah setan.' Nabi pun berkata, 'Janganlah kau katakan 'celakalah setan ' karena jika engkau berkata demikian, setan itu akan membesar hingga seperti rumah dan berkata, 'demi kekuatanku'. Melainkan ucapkanlah bismillah (dengan nama Allah) karena jika engkau ucapkan itu, maka setan akan mengecil hingga seperti lalat'. " Shahih: Al Kalim Ath-Thayyib (237)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتَ وَقَالَ مُوسَى إِذَا قَالَ الرَّجُلُ هَلَكَ النَّاسُ فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ مَالِكٌ إِذَا قَالَ ذَلِكَ تَحَزُّنًا لِمَا يَرَى فِي النَّاسِ يَعْنِي فِي أَمْرِ دِينِهِمْ فَلَا أَرَى بِهِ بَأْسًا وَإِذَا قَالَ ذَلِكَ عُجْبًا بِنَفْسِهِ وَتَصَاغُرًا لِلنَّاسِ فَهُوَ الْمَكْرُوهُ الَّذِي نُهِيَ عَنْهُ

4983. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau mendengar Musa berkata, jika seseorang berkata 'celakalah orang-orang' maka ia adalah orang yang paling celaka." Abu Daud berkata, "Malik (perawi) berkata, 'Jika ia berkata demikian karena sedih atas apa yang ia lihat pada orang-orang —yakni dalam urusan agama mereka— menurutku hal itu tidak mengapa. Namun jika ia berkata demikian karena merasa takjub akan dirinya dan memandang remeh orang lain, maka hal itu dibenci dan dilarang untuk dilakukan. Shahih: Muslim

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 84. Jangan Berkata: Diriku Buruk


عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ خَبُثَتْ نَفْسِي وَلْيَقُلْ لَقِسَتْ نَفْسِي

4978. Dari Sahl bin Hunaif, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berkata, 'Diriku buruk (khabutsat nafsi).' Melainkan katakanlah, 'Diriku mual (laqisat nafsi)'." Shahih: Al Misykah (4765): Muttafaq 'Alaih

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ جَاشَتْ نَفْسِي وَلَكِنْ لِيَقُلْ لَقِسَتْ نَفْسِي

4979. Dari Aisyah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berkata, 'Diriku kacau (jasyat nafsi).' Melainkan katakanlah, 'Diriku mual (laqisat nafsi)'." Shahih: Ibid.

عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ وَشَاءَ فُلَانٌ وَلَكِنْ قُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شَاءَ فُلَانٌ

4980. Dari Hudzaifah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Janganlah kalian berkata, 'Itu adalah kehendak Allah dan kehendak fulan, melainkan katakanlah: itu adalah kehendak Allah kemudian fulan berkehendak'." Shahih: Ash-Shahihah(137)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 83. Janganlah Seorang Hamba Sahaya Berkata: "Pemilikku" (Rabbi)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي وَلَا يَقُولَنَّ الْمَمْلُوكُ رَبِّي وَرَبَّتِي وَلْيَقُلْ الْمَالِكُ فَتَايَ وَفَتَاتِي وَلْيَقُلْ الْمَمْلُوكُ سَيِّدِي وَسَيِّدَتِي فَإِنَّكُمْ الْمَمْلُوكُونَ وَالرَّبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

4975. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian berkata, "Budak lelaki dan budak perempuanku" dan janganlah seorang hamba sahaya berkata: pemilikku. Hendaknya si majikan berkata, "Anak lelaki dan anak perempuanku" dan hamba sahaya berkata, "Tuan dan nyonyaku." Hal itu karena kalian semua adalah hamba dan Sang Pemilik adalah Allah SWT" Shahih: Ash-Shahihah (803)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْخَبَرِ وَلَمْ يَذْكُرْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَلْيَقُلْ سَيِّدِي وَمَوْلَايَ

4976. Dari Abu Hurairah RA... dalam hadits ini —ia tidak menyebut Nabi SAW— (hanya menyebut: beliau bersabda, "Hendaklah ia mengatakan; Tuanku dan majikanku.") Shahih: Muttafaq 'Alaih marfu', Ibid.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُولُوا لِلْمُنَافِقِ سَيِّدٌ فَإِنَّهُ إِنْ يَكُ سَيِّدًا فَقَدْ أَسْخَطْتُمْ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ

4977. Dari Buraidah, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Janganlah kalian memanggil seorang munafik: (dengan sebutan) tuan. Karena jika ia benar-benar menjadi tuan, sungguh kalian telah membuat Tuhan kalian SWT murka." Shahih: Ash-Shahihah (370)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 82. AI Karm dan Menjaga Perkataan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ الْكَرْمَ فَإِنَّ الْكَرْمَ الرَّجُلُ الْمُسْلِمُ وَلَكِنْ قُولُوا حَدَائِقَ الْأَعْنَابِ

4973. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian berkata Al karm (kebun anggur) karena sesunggnhnva Al karm itu adalah nama seorang muslim, akan tetapi katakanlah hada'iq al a'nab (kebun-kebun anggur)" Shahih: Ar-Raudh An-Nadhr (1172), Muttafaq 'Alaih secara ringkas

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 81. Pengkhutbah yang mengucapkan: "Amma Ba'du" (Adapun Selanjutnya)


عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَهُمْ فَقَالَ أَمَّا بَعْدُ

4973. Dari Zaid bin Arqam, bahwa Nabi SAW berpidato di depan sahabat dan berkata, "Amma Ba 'du" (Berikutnya). Shahih: Takhrij At Thahawiyah (491), Muslim

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 80. Ucapan "Menyangka"


عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ أَوْ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ لِأَبِي مَسْعُودٍ مَا سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي زَعَمُوا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِئْسَ مَطِيَّةُ الرَّجُلِ زَعَمُوا

4972. Dari Abu Qilabah, ia berkata, "Abu Mas'ud berkata kepada Abu Abdullah -atau Abu Abdullah berkata kepada Abu Mas'ud, 'Apa yang engkau dengar dari Rasulullah tentang (ucapan) 'mereka menyangka'? Ia menjawab, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Seburuk-buruk ungkapan adalah kata 'mereka menyangka '." Shahih: Ash-Shahihah (866)

79 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 78. Wanita yang Mempunyai Julukan dari Sisi Keturunan


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّ صَوَاحِبِي لَهُنَّ كُنًى قَالَ فَاكْتَنِي بِابْنِكِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْن اخْتُهَا قَالَ مُسَدَّدٌ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ فَكَانَتْ تُكَنَّى بِأُمِّ عَبْدِ اللَّهِ

4970. Dari Aisyah, ia berkata, "Wahai Rasulullah, teman-temanku mempunyai julukan." Rasulullah lalu bersabda, "Julukiluh dirimu dengan anakmu Abdullah " yakni anak saudarinya. (Perawi) berkata, "Karenanya Aisyah berjuluk Ummu Abdullah." Shahih: Ash-Shahihah (132)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 77. Orang yang Mempunyai Kunyah (Julukan dari sisi Keturunan) Tetapi Tidak Mempunyai Anak



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَيْنَا وَلِي أَخٌ صَغِيرٌ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ وَكَانَ لَهُ نُغَرٌ يَلْعَبُ بِهِ فَمَاتَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَرَآهُ حَزِينًا فَقَالَ مَا شَأْنُهُ قَالُوا مَاتَ نُغَرُهُ فَقَالَ يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ

4969. Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Suatu ketika Rasulullah mendatangi kami. Aku mempunyai adik lelaki kecil yang bernama Abu Umair, ia mempunyai burung kecil yang bermain dengannya lalu burung itu mati. Suatu hari Rasulullah SAW datang padanya dan melihatnya tengah bersedih. Beliau bertanya, 'Ada apa dengannya?' Sahabat menjawab, 'Burungnya mati.' Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair (burung)mu'? " Shahih: Ibnu Majah (3720): Muttafaq 'Alaih

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 76. Boleh Menggabung antara Keduanya


عَنْ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَحِمَهُ اللَّهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ وُلِدَ لِي مِنْ بَعْدِكَ وَلَدٌ أُسَمِّيهِ بِاسْمِكَ وَأُكَنِّيهِ بِكُنْيَتِكَ قَالَ نَعَمْ

4967. Dari Muhammad bin Hanafiyah, ia berkata, "Ali berkata, 'Aku berkata, "Wahai Rasulullah, apabila aku mempunyai anak sepeninggalmu, apakah aku boleh memberinya nama sesuai namamu dan menjulukinya sesuai julukanmu?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya.n Shahih: At-Tirmidzi (3012)

75 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 74. Seseorang yang Berjuluk Abu Qasim



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي

4965. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Berilah nama dengan namaku dan janganlah berjuluk dengan julukanku." Shahih: Muttafaq 'Alaih

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 73. Seseorang yang Memanggil Anak Orang lain dengan Sebutan "Wahai Anakku"


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا بُنَيَّ

4964. Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi SAW memanggilnya "Wahai anakku." Shahih: At-Tirmidzi (3000), Muslim