عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا انْصَرَفَ
مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَقُولُ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ اللَّيْلَةَ
رُؤْيَا وَيَقُولُ إِنَّهُ لَيْسَ يَبْقَى بَعْدِي مِنْ النُّبُوَّةِ
إِلَّا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ
5017. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW tatkala selesai shalat Shubuh bertanya, "Apakah ada di antara kalian yang bermimpi tadi malam?" Kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak ada bagian dari kenabian sesudahku kecuali mimpi yang benar" Hasan Isnad
عَنْ أَنَسٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ
جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
5018. Dari Anas, Dari Ubadah bin Shamit, Nabi SAW bersabda, "Mimpi seorang mukmin itu adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian."Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اقْتَرَبَ
الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ أَنْ تَكْذِبَ وَأَصْدَقُهُمْ
رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا
الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ
الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِذَا
رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ
بِهَا النَّاسَ قَالَ وَأُحِبُّ الْقَيْدَ وَأَكْرَهُ الْغُلَّ وَالْقَيْدُ
ثَبَاتٌ فِي الدِّينِ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ يَعْنِي إِذَا اقْتَرَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ يَعْنِي يَسْتَوِيَانِ
5019. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda,
"Jika masa sudah dekat, hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak
berbohong. Orang yang paling benar mimpinya adalah yang paling benar
ucapannya. Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar merupakan kabar gembira
dari Allah, mimpi yang menyedihkan (yang datang) dari setan, dan mimpi
seseorang yang berbicara tentang dirinya. Jika salah seorang dari kalin
bermimpi tentang yang ia benci hendaklah ia bangun dan shalat serta
tidak menceritakannya kepada orang lain.'"Beliau bersabda, "Aku suka
ikatan dan benci belenggu." (Arti) ikatan adalah ketetapan dalam agama.
"Abu Daud berkata, "Yang dimaksud masa sudah dekat adalah jika malam dan
siang berdekatan yakni menjadi sama (menjelang pagi)-" Shahih: Muttafaq 'Alaih
عَنْ أَبِي رَزِينٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرُّؤْيَا عَلَى
رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعَبَّرْ فَإِذَا عُبِّرَتْ وَقَعَتْ قَالَ
وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا تَقُصَّهَا إِلَّا عَلَى وَادٍّ أَوْ ذِي رَأْيٍ
5020. Dari Abu Razin, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Mimpi itu berada di atas kaki burung selama tidak diceritakan. Jika
diceritakan maka ia akan terjadi. "Ia berkata, "Aku menduga beliau
bersabda, 'Janganlah kamu menceritakannya kecuali kepada seorang yang
dekat (akrab) atau orang yang mempunyai nasihat'. " Shahih: Ibnu Majah (3914)
سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا
مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ
شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ
لِيَتَعَوَّذْ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ
5021. Dari Abu Qatadah, ia berkata, "Aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda, ''Mimpi baik itu datang dari Allah,
dan mimpi buruk itu datang dari syetan. Maka apabila seseorang dari
kalian memimpikan sesuatu yang dibencinya, hendaknya ia meniup (meludah)
ke sisi kirinya tiga kali, kemudian memohon perlindungan kepada Allah
dari keburukannya, maka mimpi buruk itu tidak akan mencelakakannya'."Shahih: Muttafaq 'Alaih.
عَنْ جَابِرٍ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا
رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ
وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَيَتَحَوَّلُ عَنْ
جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
5022. Dari Jabir RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,
"Barangsiapa di antara kalian yang bermimpi tentang sesuatu yang tidak
disukainya, maka hendaknya ia meludah ke sisi kirinya dan membaca ta
'awwudz (berlindung kepada Allah) dari syetan sebanyak tiga kali.
Kemudian hendaknya ia mengganti posisi tidurnya dari posisi semula." Shahih. Ibnu Majah (3908): Muslim.
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي
فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِي فِي
الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي
5023. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
yang melihatku dalam tidurnya, maka ia akan melihatku di alam nyata
(atau maka seolah-olah ia bertemu denganku di alam nyata), dan syetan
tidak dapat menyerupai diriku." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhir (995): Muttafaq 'Alaih.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً
عَذَّبَهُ اللَّهُ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا
وَلَيْسَ بِنَافِخٍ وَمَنْ تَحَلَّمَ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ شَعِيرَةً
وَمَنْ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ يَفِرُّونَ بِهِ مِنْهُ صُبَّ فِي
أُذُنِهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
5024. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa
membuat gambar (selaksa hidup), niscaya Allah akan menyiksanya
karenanya (di hari Kiamat) sampai ia mampu meniupkan roh terhadap gambar
tersebut, padahal ia tidak akan pernah bisa meniupkan ruh pada gambar
itu. Dan barangsiapa yang berpura-pura telah memimpikan sesuatu (padahal
ia berbohong) maka ia akan terus dibebankan untuk mengikat gandum (ganjaran yang tidak mungkin untuk dilakukan —kiasan untuk panjangnya siksa Allah—). Dan
barangsiapa mendengar (menguping) pembicaraan suatu kaum yang tidak
suka untuk didengar (oleh orang lain), niscaya di hari Kiamat ia (orang
itu) akan disiram dengan cairan timah di telinganya." Shahih: Tirmidzi (1820): Bukhari, Muslim tanpa baris kedua.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ
اللَّيْلَةَ كَأَنَّا فِي دَارِ عُقْبَةَ بْنِ رَافِعٍ وَأُتِينَا بِرُطَبٍ
مِنْ رُطَبِ ابْنِ طَابٍ فَأَوَّلْتُ أَنَّ الرِّفْعَةَ لَنَا فِي
الدُّنْيَا وَالْعَاقِبَةَ فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ دِينَنَا قَدْ طَابَ
5025. Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Semalam
aku bermimpi seakan kami tengah berada di rumah 'Uqbah bin Rafi', kami
disuguhkcin kunna manis jenis ibnu Thab, maka aku takwilkan mimpi itu
bahwa derajat yang tinggi adalah milik kita di dunia dan balasan yang
baik di Akhirat (juga akan menjadi milik kita) dan agama kita telah
kokoh dan sempurna. "Shahih: Muslim (7/56-57)