Jumat, 06 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Dau yang Bersin?d Kitab ADAB 100. Berapa Kali Layaknya Jawaban Terhadap Orang



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ شَمِّتْ أَخَاكَ ثَلَاثًا فَمَا زَادَ فَهُوَ زُكَامٌ

5034. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Jawablah bersin saudaramu tiga kali, dan selebihnya itu adalah pilek." Hasan mauquf dan marfu': Al Misykah (4743) edisi kedua.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا أَنَّهُ رَفَعَ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ

5035. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Setahuku, perawi hadits ini meriwayatkan makna hadits ini secara marfu' kepada Rasulullah SAW." Hasan. Ibid.

عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا عَطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ ثُمَّ عَطَسَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ مَزْكُومٌ

5037. Dari Salamah bin Al Akwa', bahwa seorang lelaki bersin di hadapan Nabi SAW, maka beliau berkata kepadanya, "Yarhakumullah (Semoga Allah merahmatimu)." Kemudian lelaki itu kembali bersin, maka Nabi SAW berkata, "Lelaki itu sedang pilek. " Shahih: Ibnu Majah (3714), dan redaksi lengkapnya dapat dilihat dalam: Muslim yang disebutkan secara ringkas.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 99. Mendoakan Orang yang Bersin


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَلْيَقُلْ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَيَقُولُ هُوَ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

5033. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan, 'Alhamdulillah ala kulli hal (Segala puji bagi Allah apapun keadaannya).' Dan saudaranya (yang mendengarnya) hendaknya menjawab, 'Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu).' Dan orang itu (yang bersin) hendaknya menyambut dengan mengucapkan, 'Yahdikumullah wa yushlih balakum (Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu)." Shahih: Al Bukhari.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 98. Bersin



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أَوْ ثَوْبَهُ عَلَى فِيهِ وَخَفَضَ أَوْ غَضَّ بِهَا صَوْتَهُ شَكَّ يَحْيَى

5029. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: "Jika Rasulullah SAW bersin, maka beliau meletakkan tangannya (atau pakaiannya) di atas mulutnya, kemudian beliau merendahkan (menutup) suaranya." Hasan Shahih: Tirmidzi (2905).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَازَةِ

5030. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Lima perkara yang diwajibkan kepada seorang muslim terhadap saadaranya: (yakni) menjawab salam, mendoakan orang yang bersin (dengan mengucapkan "yarhamukallah"), memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan menyertai jenazah (ke pemakaman). " Shahih: Muslim (7/3), Bukhari (1240, dan perawi lainnya.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 97. Menguap


عَنْ ابْنِ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

5026. Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian menguap, maka hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena sesungguhnya syetan akan masuk (jika mulut tidak lekas ditutup saat menguap). " Shahih: Adh-Dha'ifah disebutkan dalam hadits no. 2420: Muslim

نَحْوَهُ قَالَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

5027. Dari Abu Sa'id Al Khudri (ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,): "...(barangsiapa menguap) di dalam shalat, maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin. " Shahih: Muslim, ibid.

نَحْوَهُ قَالَ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

5028. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika diantara kalian ada yang menguap, maka hendaknya ia menahannya sebisa mungkin dan tidak berkata, 'Ah... ah...' Karena hal itu adalah salah satu yang ditertawakan oleh syetan. " Shahih: Tirmidzi (2907): Bukhari.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 96. Mimpi


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَقُولُ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ اللَّيْلَةَ رُؤْيَا وَيَقُولُ إِنَّهُ لَيْسَ يَبْقَى بَعْدِي مِنْ النُّبُوَّةِ إِلَّا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ

5017. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW tatkala selesai shalat Shubuh bertanya, "Apakah ada di antara kalian yang bermimpi tadi malam?" Kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya tidak ada bagian dari kenabian sesudahku kecuali mimpi yang benar" Hasan Isnad

عَنْ أَنَسٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ

5018. Dari Anas, Dari Ubadah bin Shamit, Nabi SAW bersabda, "Mimpi seorang mukmin itu adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian."Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ أَنْ تَكْذِبَ وَأَصْدَقُهُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ قَالَ وَأُحِبُّ الْقَيْدَ وَأَكْرَهُ الْغُلَّ وَالْقَيْدُ ثَبَاتٌ فِي الدِّينِ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ يَعْنِي إِذَا اقْتَرَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ يَعْنِي يَسْتَوِيَانِ

5019. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda, "Jika masa sudah dekat, hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak berbohong. Orang yang paling benar mimpinya adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan (yang datang) dari setan, dan mimpi seseorang yang berbicara tentang dirinya. Jika salah seorang dari kalin bermimpi tentang yang ia benci hendaklah ia bangun dan shalat serta tidak menceritakannya kepada orang lain.'"Beliau bersabda, "Aku suka ikatan dan benci belenggu." (Arti) ikatan adalah ketetapan dalam agama. "Abu Daud berkata, "Yang dimaksud masa sudah dekat adalah jika malam dan siang berdekatan yakni menjadi sama (menjelang pagi)-" Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي رَزِينٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرُّؤْيَا عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ تُعَبَّرْ فَإِذَا عُبِّرَتْ وَقَعَتْ قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا تَقُصَّهَا إِلَّا عَلَى وَادٍّ أَوْ ذِي رَأْيٍ

5020. Dari Abu Razin, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Mimpi itu berada di atas kaki burung selama tidak diceritakan. Jika diceritakan maka ia akan terjadi. "Ia berkata, "Aku menduga beliau bersabda, 'Janganlah kamu menceritakannya kecuali kepada seorang yang dekat (akrab) atau orang yang mempunyai nasihat'. " Shahih: Ibnu Majah (3914)

سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ لِيَتَعَوَّذْ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ

5021. Dari Abu Qatadah, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ''Mimpi baik itu datang dari Allah, dan mimpi buruk itu datang dari syetan. Maka apabila seseorang dari kalian memimpikan sesuatu yang dibencinya, hendaknya ia meniup (meludah) ke sisi kirinya tiga kali, kemudian memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya, maka mimpi buruk itu tidak akan mencelakakannya'."Shahih: Muttafaq 'Alaih.

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا وَيَتَحَوَّلُ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

5022. Dari Jabir RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang bermimpi tentang sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaknya ia meludah ke sisi kirinya dan membaca ta 'awwudz (berlindung kepada Allah) dari syetan sebanyak tiga kali. Kemudian hendaknya ia mengganti posisi tidurnya dari posisi semula." Shahih. Ibnu Majah (3908): Muslim.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ أَوْ لَكَأَنَّمَا رَآنِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي

5023. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya, maka ia akan melihatku di alam nyata (atau maka seolah-olah ia bertemu denganku di alam nyata), dan syetan tidak dapat menyerupai diriku." Shahih: Ar-Raudh An-Nadhir (995): Muttafaq 'Alaih.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً عَذَّبَهُ اللَّهُ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا وَلَيْسَ بِنَافِخٍ وَمَنْ تَحَلَّمَ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ شَعِيرَةً وَمَنْ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ يَفِرُّونَ بِهِ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

5024. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa membuat gambar (selaksa hidup), niscaya Allah akan menyiksanya karenanya (di hari Kiamat) sampai ia mampu meniupkan roh terhadap gambar tersebut, padahal ia tidak akan pernah bisa meniupkan ruh pada gambar itu. Dan barangsiapa yang berpura-pura telah memimpikan sesuatu (padahal ia berbohong) maka ia akan terus dibebankan untuk mengikat gandum (ganjaran yang tidak mungkin untuk dilakukan —kiasan untuk panjangnya siksa Allah—). Dan barangsiapa mendengar (menguping) pembicaraan suatu kaum yang tidak suka untuk didengar (oleh orang lain), niscaya di hari Kiamat ia (orang itu) akan disiram dengan cairan timah di telinganya." Shahih: Tirmidzi (1820): Bukhari, Muslim tanpa baris kedua.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ كَأَنَّا فِي دَارِ عُقْبَةَ بْنِ رَافِعٍ وَأُتِينَا بِرُطَبٍ مِنْ رُطَبِ ابْنِ طَابٍ فَأَوَّلْتُ أَنَّ الرِّفْعَةَ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْعَاقِبَةَ فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ دِينَنَا قَدْ طَابَ

5025. Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Semalam aku bermimpi seakan kami tengah berada di rumah 'Uqbah bin Rafi', kami disuguhkcin kunna manis jenis ibnu Thab, maka aku takwilkan mimpi itu bahwa derajat yang tinggi adalah milik kita di dunia dan balasan yang baik di Akhirat (juga akan menjadi milik kita) dan agama kita telah kokoh dan sempurna. "Shahih: Muslim (7/56-57)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 95. Syair


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا قَالَ أَبُو عَلِيٍّ بَلَغَنِي عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ أَنَّهُ قَالَ وَجْهُهُ أَنْ يَمْتَلِئَ قَلْبُهُ حَتَّى يَشْغَلَهُ عَنْ الْقُرْآنِ وَذِكْرِ اللَّهِ فَإِذَا كَانَ الْقُرْآنُ وَالْعِلْمُ الْغَالِبَ فَلَيْسَ جَوْفُ هَذَا عِنْدَنَا مُمْتَلِئًا مِنْ الشِّعْرِ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا قَالَ كَأَنَّ الْمَعْنَى أَنْ يَبْلُغَ مِنْ بَيَانِهِ أَنْ يَمْدَحَ الْإِنْسَانَ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ ثُمَّ يَذُمَّهُ فَيَصْدُقَ فِيهِ حَتَّى يَصْرِفَ الْقُلُوبَ إِلَى قَوْلِهِ الْآخَرِ فَكَأَنَّهُ سَحَرَ السَّامِعِينَ بِذَلِكَ

5009. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Kerongkongan salah seorang dari kalian terisi dengan nanah itu lebih baik baginya daripada terisi dengan syair" Abu Ali (perawinya) berkata, "Diceritakan padaku dari Abu 'Ubaid bahwa ia berkata, 'Maksudnya adalah hendaknya hati seseorang itu terisi hingga ia disibukkan dengan Al Qur'an dan mengingat Allah. Jika Al Qur'an dan ilmu yang menang (berada dalam hatinya) maka menurut kami kerongkongannya tidak akan terisi dengan syair.' Sesungguhnya dalam kefasihan terdapat sihir, ia berkata, 'Seolah-olah artinya adalah seseorang menyampaikan melalui kefasihannya itu dengan memuji seseorang dan meyakinkannya sehingga hati orang lain berpaling pada ucapannya. Lalu ia mencela orang dan meyakinkannya sehingga hati orang lain berpaling pada ucapannya yang lain. Seolah-olah ia menyihir para pendengar dengan kefasihannya tersebut'." Shahih: lbnu Majah (3759) Muttafaq 'Alaih

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حِكْمَةً

5010. Dari Ubay Bin Ka'ab, bahwa Nabi SAW pernah Bersabda, "Sesungguhnya dalam syair itu terdapat hikmah" Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَتَكَلَّمُ بِكَلَامٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا وَإِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا

5011. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Seorang Badui datang kepada Nabi SAW kemudian berbicara dengan suatu perkataan! Lalu Nabi SAW bersabda, 'Sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir dan dalam syair terdapat hikmah'. "Shahih: Ash-Shahihah (1731)

فَقَالَ صَعْصَعَةُ بْنُ صُوحَانَ صَدَقَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا فَالرَّجُلُ يَكُونُ عَلَيْهِ الْحَقُّ وَهُوَ أَلْحَنُ بِالْحُجَجِ مِنْ صَاحِبِ الْحَقِّ فَيَسْحَرُ الْقَوْمَ بِبَيَانِهِ فَيَذْهَبُ بِالْحَقِّ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْعِلْمِ جَهْلًا فَيَتَكَلَّفُ الْعَالِمُ إِلَى عِلْمِهِ مَا لَا يَعْلَمُ فَيُجَهِّلُهُ ذَلِكَ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الشِّعْرِ حُكْمًا فَهِيَ هَذِهِ الْمَوَاعِظُ وَالْأَمْثَالُ الَّتِي يَتَّعِظُ بِهَا النَّاسُ وَأَمَّا قَوْلُهُ إِنَّ مِنْ الْقَوْلِ عِيَالًا فَعَرْضُكَ كَلَامَكَ وَحَدِيثَكَ عَلَى مَنْ لَيْسَ مِنْ شَأْنِهِ وَلَا يُرِيدُهُ

5012. Sha'sha'ah bin Shuhan berkata, "Sungguh benar Nabi Muhammad. Adapun sabdanya 'Sesunggnhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir' (maksudnya) seseorang yang berada pada pihak yang benar dan ia cerdas dalam mengemukakan argumen-argumen dari orang yang benar lalu ia menyihir orang-orang dengan kefasihannya maka ia pun berlalu dengan benar. Adapun sabdanya 'Sesungguhnya dalam ilmu terdapat kebodohan' (maksudnya) orang yang berilmu membebani atas ilmunya apa yang ia tidak ketahui, maka hal itu membodohinya. Mengenai sabdanya 'Sesungguhnya dalam syair terdapat hikmah' (maksudnya) ini adalah nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan yang dijadikan pelajaran oleh orang-orang. Sedangkan sabdanya, 'Sesungguhnya dalam ucapan terdapat keluarga' (maksudnya) hindarilah ucapan dan omonganmu atas orang yang tidak ada urusan dan tidak menginginkannya." (Syaikh albani mendhaifkan riwayat ini, tetapi penerbit pustaka azzam mencantumkan hadits ini dalam terjemahannya, tapi tanpa keterangan..silakan lihat di halaman 389, Shahih Sunan Abu Daud Jilid 3-pembuat ebook)

عَنْ سَعِيدٍ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ وَهُوَ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ

5013. Dari Sa'id ia berkata, "Umar lewat di depat Hassan —yang sedang membaca syair dalam masjid— dan memperhatikannya. Ia kemudian berkata, 'Aku dulu membaca syair dan di dalam mesjid ada orang yang lebih baik darimu'." Shahih: An Nasa'i (716): Muttafaq 'Alaih

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِمَعْنَاهُ زَادَ فَخَشِيَ أَنْ يَرْمِيَهُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجَازَهُ

5014. Dari Abu Hurairah RA... seperti hadits di atas, ditambahkan, "Ia takut Rasulullah mencelanya, maka beliau membolehkannya." Shahih: Ibid: Muttafaq 'Alaih secara ringkas

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ لِحَسَّانَ مِنْبَرًا فِي الْمَسْجِدِ فَيَقُومُ عَلَيْهِ يَهْجُو مَنْ قَالَ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ مَعَ حَسَّانَ مَا نَافَحَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

5015. Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW meletakkan mimbar di mesjid untuk Hassan. Ia pun berdiri di atas mimbar tersebut dan menyindir orang yang menghina Rasulullah. Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya ruhul qudus bersama Hassan, atas pembelaannya terhadap Rasulullah '. "Hasan: At-Tirmidzi (3015)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمْ الْغَاوُونَ } فَنَسَخَ مِنْ ذَلِكَ وَاسْتَثْنَى فَقَالَ { إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا }

5016. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat, " (Qs. Al Syu'araa' [26]: 224) lalu ayat itu dihapus dan dikecualikan." Kemudian ia berkata, "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah'. " (Qs. Asy-Syu'araa' [26]: 227) Hasan Isnadnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 94. Orang yang Memfasih-fasihkan Diri Saat Berbicara



ابْنُ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنْ الرِّجَالِ الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ تَخَلُّلَ الْبَاقِرَةِ بِلِسَانِهَا

5005. Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang berlebihan dalam berbicara bagaikan lembu yang mempermainkan lidahnya. " Shahih: At-Tirmidzi (3023)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنْ الْمَشْرِقِ فَخَطَبَا فَعَجِبَ النَّاسُ يَعْنِي لِبَيَانِهِمَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الْبَيَانِ لَسِحْرًا أَوْ إِنَّ بَعْضَ الْبَيَانِ لَسِحْرٌ

5007. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, "Dua orang lelaki dari Masyriq datang dan berceramah. Orang-orang merasa kagum atas kefasihan (bayan) keduanya. Rasulullah SAW pun bersabda, 'Sesungguhnya dalam kefasihan itu terdapat sihir -atau-sesungguhnya sebagian kefasihan itu adalah sihir'. " Shahih: Al Bukhari

حَدَّثَنَا أَبُو ظَبْيَةَ أَنَّ عَمْرَو ابْنَ الْعَاصِ قَالَ يَوْمًا وَقَامَ رَجُلٌ فَأَكْثَرَ الْقَوْلَ فَقَالَ عَمْرٌو لَوْ قَصَدَ فِي قَوْلِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَقَدْ رَأَيْتُ أَوْ أُمِرْتُ أَنْ أَتَجَوَّزَ فِي الْقَوْلِ فَإِنَّ الْجَوَازَ هُوَ خَيْرٌ

5008. Dari Abu Zhabyah bahwa Amru bin Ash berkata pada suatu hari —ketika itu ada seorang lelaki berdiri dan banyak bicara— Amru lalu berkata, "Kalau ia sedang-sedang saja dalam bicaranya tentu hal itu lebih baik baginya! Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh aku merasa atauaku diperintahkan untuk bersikap sederhana dalam berbicara karena kesederhanaan itu lebih baik'. " Hasan Isnad